padamu, cinta kutitipkan
Entah sejak kapan.
Hanya perasaan yang tertiggal.
Mimpikah........?
Ditengah tengah kesunyian
Hatiku berdebar debar dan..........
Waktu pun terus berlalu
Pahit rasanya bila mengenang wajahmu............
Apakah cinta seperti itu?
Aku terbuai mimpi hingga terhempas Ke ujung kaki......
Seharusnya aku tau sejak awal Kalau akan sakit begini
Mimpi......................
Aku terbuai mimpi hingga air mataku terasa Jatuh sampai ke relung hati
Saat aku mencoba untuk berpaling
Semakin aku jujur................
yang terlihat hanyalah bayangan dirimu
Seandainya aku dapat bekata jujur
Kaulah yang terindah
Dan kepadamulah cintaku ku titipkan
Beribu resah menghantuiku
Berjuta damba bersembunyi
Disudut hati yang gelap
Aku terpuruk dalam kesendirian
Mencekap dan gelap
Oh.....sang pujangga rimba
Bunyikanlah ketipung ketipung sayang
Lakukanlah kindung kesetiaan
Biar kuhalau kesendirian ini
Dengan berjuta kenangan yang
Bermakna...........
Dan kesendirianku
Biar terukir dalam sebuah arti
Yang tersembunyi
Wahai sang rembulan
Apakah kau tau apa yang aku rasakan?
Bila kau tau tersenyumlah padaku
Rembulan.............
Kuingin menggapai dan mendekapmu
Namun apalah dayaku
Dikau begitu jauh disana
hingga tanganku tak sampai tuk menggapaimu
Mengapa rembulanku.....
Mengapa semua seperti ini...
Rembulanku tersenyumlah padaku
Kan kuungkapkan rasa dihatiku
Kuingin kau tau
Kuingin kau juga merasakannya
Dan satu yang slalu aku inginkan
Kuingin selalu menatapmu rembulanku
Disaat aku senang maupun sedih
Ku ingin kaulah yang terlihat.
Hanya perasaan yang tertiggal.
Mimpikah........?
Ditengah tengah kesunyian
Hatiku berdebar debar dan..........
Waktu pun terus berlalu
Pahit rasanya bila mengenang wajahmu............
Apakah cinta seperti itu?
Aku terbuai mimpi hingga terhempas Ke ujung kaki......
Seharusnya aku tau sejak awal Kalau akan sakit begini
Mimpi......................
Aku terbuai mimpi hingga air mataku terasa Jatuh sampai ke relung hati
Saat aku mencoba untuk berpaling
Semakin aku jujur................
yang terlihat hanyalah bayangan dirimu
Seandainya aku dapat bekata jujur
Kaulah yang terindah
Dan kepadamulah cintaku ku titipkan
Kesendirian
Beribu resah menghantuiku
Berjuta damba bersembunyi
Disudut hati yang gelap
Aku terpuruk dalam kesendirian
Mencekap dan gelap
Oh.....sang pujangga rimba
Bunyikanlah ketipung ketipung sayang
Lakukanlah kindung kesetiaan
Biar kuhalau kesendirian ini
Dengan berjuta kenangan yang
Bermakna...........
Dan kesendirianku
Biar terukir dalam sebuah arti
Yang tersembunyi
Rembulanku
Wahai sang rembulan
Apakah kau tau apa yang aku rasakan?
Bila kau tau tersenyumlah padaku
Rembulan.............
Kuingin menggapai dan mendekapmu
Namun apalah dayaku
Dikau begitu jauh disana
hingga tanganku tak sampai tuk menggapaimu
Mengapa rembulanku.....
Mengapa semua seperti ini...
Rembulanku tersenyumlah padaku
Kan kuungkapkan rasa dihatiku
Kuingin kau tau
Kuingin kau juga merasakannya
Dan satu yang slalu aku inginkan
Kuingin selalu menatapmu rembulanku
Disaat aku senang maupun sedih
Ku ingin kaulah yang terlihat.
Untuk Sebuah Persembahan
Saat kaki ini melangkah
Terasa beban menghimpit dada
Tapi untuk sebuah harapan
Ikhlas hati menanggung semua.
Tetesan kata petuah orang tua
Tempat pijk kehidupan dalam
Sadarku.........
Yah............aku selalu sadar bahwa
Tak mungkin dengan segala
Kekuatan dan kelebihanku akan
Mampu membimbingku kearah
Menggapai Sukses
Untukmu dikau Ayah Bunda.....
Melalui Sabdamu kusandarkan
Semua cita, cinta dan harapan ini
Izinkan nanda meraihnya...!!
Saat kaki ini melangkah
Terasa beban menghimpit dada
Tapi untuk sebuah harapan
Ikhlas hati menanggung semua.
Tetesan kata petuah orang tua
Tempat pijk kehidupan dalam
Sadarku.........
Yah............aku selalu sadar bahwa
Tak mungkin dengan segala
Kekuatan dan kelebihanku akan
Mampu membimbingku kearah
Menggapai Sukses
Untukmu dikau Ayah Bunda.....
Melalui Sabdamu kusandarkan
Semua cita, cinta dan harapan ini
Izinkan nanda meraihnya...!!
SABAR
JUJUR
DAN ADIL
ADALAH PERISAI DIRI YANG UTAMA
JUJUR
DAN ADIL
ADALAH PERISAI DIRI YANG UTAMA
